English        |        Bhs. Indonesia
* Source Google Maps
Mar 31 (Jum), 2017   
KOSDAQ 2052.77
KOSPI 686.18
100 IDR/KRW 8.34
USD/KRW 1136.5950

KRW :   X
USD : X
IDR : X
* Source Yahoo.Finance
[Football] Jung Jo-gook dari Gwangju FC Menjadi MVP

Nov 9, 2016


Jung Jo-gook dari Gwangju FC berpose dengan trofi selama upacara penghargaan K-League di Seoul pada hari Selasa.


Pemain ini mengatakan ia ingin bermain dengan baik dan membuat anaknya bangga

Jung Jo-gook dari Gwangju FC mendapatkan Most Valuable Player (MVP) award pertamanya pada Selasa untuk K-League Classic musim ini sementara Hwang Sun-hong, nakhoda FC Seoul, menerima penghargaan manajer keduanya tahun ini.

Jung Jo-gook, striker veteran yang memimpin liga Korea dengan berhasil mencetak 20 gol, menikmati angin kedua dalam karirnya musim ini dan akhirnya berhasil mengumpulkan 46 vote dari 109 yang memilihnya sebagai MVP, mengalahkan pemain Seoul Osmar Barba dan Jeonbuk Hyundai Motors Leonardo Rodrigues Pereira. Jung juga termasuk dalam Best-11 dari K-League Classic sebagai salah satu striker terbaik bersama dengan Carlos Adriano dari Seoul.



Penghargaan MVPnya adalah yang pertama kali diberikan kepada seorang pemain dari tim yang bukan sebagai juara atau runner-up di liga papan atas itu.

Setelah memulai debutnya pada tahun 2003, Jung Jo-gook cepat mengumpulkan ketenaran sebagai masa depan sepak bola Korea. Meskipun begitu, karirnya berjalan naik turun.

Memulai karirnya dengan Anyang LG Cheetahs, pendahulu dari Seoul, Jung menderita patah tulang pipi dua kali pada tahun 2008 dan 2009, yang mungkin menjadi awal peristiwa malang yang membuat karirnya terperosok. Dia menunjukkan tanda pemulihan pada tahun 2010 ketika ia mencetak 13 gol, yang membawanya bertugas singkat di luar negeri pada tahun 2011, meskipun ia kembali ke Korea tahun berikutnya setelah gagal untuk menetap di Eropa.

Setelah keluar dari militer, ia bergabung kembali dengan Seoul tapi Jung tidak diingat oleh penggemar, dan mengakhiri musim 2015 dengan hanya mencetak satu gol.

Pendukung terbesar Jung Jo-gook selama masa kemerosotannya adalah putranya, Jung Tae-ha. Tae-ha, yang berusia enam tahun, bertanya sekali di masa lalu mengapa Jung tidak bermain dalam sebuah pertandingan.

Jung mengatakan, "Ini merobek hati saya dan memaksa saya untuk menyisihkan segala sesuatu yang lain. Saya hanya ingin menjadi ayah yang bisa dibanggakan anak saya."

Kemudian datang keputusan terbesar Jung dalam karirnya, pindah dari Seoul ke Gwangju FC, meskipun harus mengalami penurunan gaji tahunan dan harus hidup terpisah dari keluarganya.

"Keluarga saya bersusah payah pada awalnya, tetapi mereka tetap mendukung saya," kenang Jung Jo-Gook.

Karena dukungan tanpa syarat keluarganya, Jung memulai musim dengan semangat, berhasil mencetak dua gol pada 12 Maret selama pembukaan musim. "Jung bermain dengan sepenuh hati dan keputusasaan," kata Nam Ki-il, kapten Jung. "Ia menginspirasi seluruh tim."

Selain Jung, Hwang Sun-hong, yang melatih Seoul pada pertengahan musim, mendapatkan gelar manajer terbaik untuk kedua kalinya setelah memimpin timnya untuk meraih gelar juara. "Saya tidak yakin apakah saya pantas mendapatkan kehormatan ini," kata Hwang Sun-hong. "Setengah penghargaan ini milik Choi Yong-soo [pelatih sebelum Hwang]."

Rifa
Sumber:JoongAng Daily


               

You May Also Like
Komentar (0)