English        |        Bhs. Indonesia
* Source Google Maps
mei 29 (Sen) , 2017   
KOSDAQ 2052.77
KOSPI 686.18
100 IDR/KRW 8.34
USD/KRW 1136.5950

KRW :   X
USD : X
IDR : X
* Source Yahoo.Finance
Tuntut Penyegeraan Sidang Impeachment Park, Warga Korsel Kembali Gelar Demo Besar-Besaran

Des 17, 2016


Warga berpartisipasi dalam demo lilin di Gwanghwamun Square di pusat kota Seoul untuk menuntut pengunduran diri Presiden Park Geun-hye atas skandal korupsi yang melibatkannya dan temannya Choi Soon-sil pada 17 Desember 2016. (Yonhap)


Ratusan ribu warga Korea Selatan menggelar unjuk rasa besar-besaran di pusat kota Seoul, Sabtu, menyerukan agar Presiden Park Geun-hye segera mundur dan Mahkamah Konstitusi untuk segera melaksanakan sidang impeachment-nya.

Diselenggarakan oleh sekitar 1.500 kelompok-kelompok sipil, demo ini menandai demo kedelapan warga Korea, dan yang kedua sejak Majelis Nasional, Jumat lalu, mendakwa Park untuk skandal korupsi dan influence-peddling yang melibatkannya dan temannya Choi Soon-sil.

Pukul 5 pm hari ini, sekitar 300.000 orang berkumpul di Gwanghwamun Square untuk bergabung dengan demo lilin, menurut penyelenggara. Beberapa dari mereka berbaris ke titik hanya 100 meter dari Mahkamah Konstitusi untuk menekan agar segera meninjau kasus Park.

Setelah legislatif memberhentikan Park, ia diskors dari semua kekuatan, dan Perdana Menteri Hwang Kyo-ahn mengambil alih sebagai acting president. Mahkamah Konstitusi akan menentukan apakah akan menggeser Park atau mengembalikannya setelah ada review hukum.

Sehari sebelumnya, pengacara Park membatalkan semua tuduhan impeachment, mendesak pengadilan untuk menolak keputusan parlemen untuk mendakwa Park.

Para peserta demo ini menuntut agar Park mundur dan menghadapi penyelidikan atas kecurigaan bahwa ia membiarkan Choi untuk ikut campur dalam urusan negara, termasuk janji pemerintah tingkat tinggi dan keuntungan dengan memanfaatkan hubungan dekatnya dengan presiden.

"Park harus mundur sekarang, dan pengunduran dirinya sendiri tidak cukup. Dia harus bertanggung jawab untuk setiap kesalahan yang ia lakukan", kata Shin Sang-Jun, seorang warga, 75 tahun, dari Yangju, timur laut Seoul, mengatakan pada Yonhap News Agency.

Kim Dae-sol, seorang siswa SMA 17 tahun, mengatakan bahwa presiden harus mendengarkan dengan penuh perhatian suara publik yang menuntut pengunduran dirinya.

"Dalam demokrasi, warga mempercayakan presiden dengan kekuasaan. Itulah yang saya pelajari dari sekolah saya, dan presiden tampaknya tidak memahami hal ini", katanya.

Para pengunjuk rasa telah turun ke jalanan Seoul dan kota-kota lain di seluruh negeri selama dua bulan terakhir. Aksi unjuk rasa ini telah digelar damai tanpa bentrokan serius dengan polisi.

Ada beberapa demo terbesar yang diadakan dalam sejarah negara itu, dengan demo yang diadakan tepat sebelum vote impeachment parlemen yang mengumpulkan sekitar 1,7 juta pengunjuk rasa di Seoul, menurut penyelenggara.

Sohee
Sumber:Yonhap News


               

Related article

You May Also Like
Komentar (0)