English        |        Bhs. Indonesia
* Source Google Maps
Mar 31 (Jum), 2017   
KOSDAQ 2052.77
KOSPI 686.18
100 IDR/KRW 8.34
USD/KRW 1136.5950

KRW :   X
USD : X
IDR : X
* Source Yahoo.Finance
Menghormati Tradisi Craftwork Korea: Gana Art Center Selenggarakan Pameran Besar Sebagai Penghargaan untuk Sejarawan Seni Choi Sunu

Jan 2, 2017


Kiri: candle stick kuningan (abad ke-19) Tengah: Iron brazier dengan hiasan perak (abad ke-19) Kanan: lentera kertas (abad ke-19) [GANA ART CENTER]


Seperti pepatah, 'one genius' eye stands for a thousand people's eyes', Choi memiliki mata yang luar biasa'.

Di tahun 1970-an, orang Korea tidak berpikir furnitur atau alat dapur yang lama di rumah tangga mereka bisa dianggap "seni".

Ini adalah era di mana orang-orang tenggelam dalam drive industrialisasi nasional yang dikenal sebagai Gerakan Saemaeul dan mengagumi gaya hidup perkotaan dan budaya asing.

Tapi itu juga era dimana Choi Sunu (1916-1984), sejarawan seni legendaris dan direktur National Museum of Korea, menyelenggarakan pameran besar dan seni kerajinan rakyat Korea.

Choi Sunu (1916-1984) membantu kerajinan Korea menjadi dipertimbangkan lebih dari sekedar "sampah tua", tapi seni. [NATIONAL TRUST OF KOREA]


Itu merupakan langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Bahkan, beberapa mengatakan bahwa sejarah dari seni kuno Korea dapat dibagi sebelumn pameran dan setelahnya. Sebelum pamerab, kritikus seni menganggap kaligrafi dan keramik sebagai seni, bukan barang-barang kerajinan.

Kim Hyung-kook, ketua Gana Foundation for Arts and Culture, mengatakan itu adalah Choi yang membantu "hal-hal dari masa lalu [akan] dianggap sebagai seni kuno dan warisan budaya.

"Ibarat pepatah, 'one genius' eye stands for a thousand people's eyes', Choi memiliki mata yang luar biasa".

Seperti tahun ini menandai ulang tahun ke-100 dari Choi, Gana Art Center mengatur pameran yang menampilkan lebih dari 650 buah craftwork Korea dari abad 18 sampai ke-20. Ini merupakan penghargaan untuk Choi dan apa yang telah dilakukan untuk barang antik Korea.

Park Young-kyu, seorang profesor seni dari Yongin University, juga membantu menggelar pameran ini. Park, yang juga ketua dewan Korea Craft & Design Foundation, benar-benar bekerja dengan Choi untuk pameran bersejarah di Museum Nasional Korea pada tahun 1975.

"Nilai craftwork terletak pada kepraktisan, bukan hanya keindahan estetika," katanya di sebuah acara pers yang diadakan awal bulan ini. "Item yang ditampilkan oleh fungsi dan di mana di rumah mereka gunakan, seperti gyubang [women's quarters], dapur dan Sarangchae men's study]".

Atas: Wooden jar (abad ke-19) Tengah: Glazed water jar (20 abad) Bawah: Stone medicine kettle (abad ke-19) [GANA ART CENTER]


Tapi mungkin apa yang benar-benar membuat pameran Gana spesial adalah bahwa itemnya sebagian besar dari koleksi pribadi, kata Park. "Kami berterima kasih atas bantuan mereka yang mengumpulkan kerajinan yang luar biasa bertahun-tahun".

Penyelenggara berusaha untuk memperkenalkan spektrum yang luas dari craftwork dari periode melalui berbagai bahan dan teknik.

Contoh kasus: Sebuah ox-horn plated box dari abad ke-18. Kotak itu diketahui telah dibuat dengan tanduk minimal 60 ekor sapi. Membuat kerajinan menggunakan tanduk sapi adalah teknik yang tren selama bagian akhir dari Dinasti Joseon Korea (1392-1910).

Kiri: Ox-horn plated box (abad ke-18) Kanan: Bamboo paper-roll stand (abad ke-19) [GANA ART CENTER]


Sebuah jar air mengkilap dari abad ke-20 dengan kurva abstrak diukir ke permukaan dan ketel obat batu dari abad ke-19 dengan bentuk segi delapan mewujudkan estetika khas Korea yang rendah hati namun anggun.

Iron brazier dengan hiasan perak dari abad ke-19 adalah barang yang aristokrat Joseon gunakan untuk menghangatkan tangan mereka; dan candle stick kuningan, juga dari abad ke-19, memiliki batu tulis untuk memblokir angin sementara pada saat yang sama menonjolkan lilin.

"Apa yang kita pelajari dari Choi telah menjadi dasar-dasar dan barometer untuk menjaga craftwork dari Dinasti Joseon", kata Park. Pameran ini merupakan perpanjangan dari pameran 1975 yang diselenggarakan oleh Choi, kata para pejabat Gana.

•"The Centennial of Choi Sunu: The Beauty of Joseon Arts and Crafts" akan digelar sampai 5 Februari di Gana Art Center. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Gana Foundation for Arts and Culture di (02) 720-1054 atau www.ganafoundation.kr.

Sohee
Sumber:JoongAng Daily


               

Related article

You May Also Like
Komentar (0)