English        |        Bhs. Indonesia
* Source Google Maps
Jul 27 (kam), 2017   
KOSDAQ 2052.77
KOSPI 686.18
100 IDR/KRW 8.34
USD/KRW 1136.5950

KRW :   X
USD : X
IDR : X
* Source Yahoo.Finance
Partai Politik Korsel Kecam Komentar Abe Terkait Patung 'Comfort Women'

Jan 9, 2017


Oposisi dari partai politik di Korea Selatan berbicara serempa, Minggu, untuk mengecam Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe atas sambutannya yang mendesak pemerintah Seoul untuk menyingkirkan patung yang melambangkan ribuan wanita Korea yang dipaksa menjadi budak seksual oleh Jepang.

Partai Saenuri menuduh Abe mencoba menggunakan masalah pelik untuk kepentingan politik sendiri saat ia berusaha reelection untuk jabatan tinggi di pemerintahan.

Partai-partai oposisi memperbarui tuntutan mereka untuk membatalkan perjanjian 2015 antara Seoul dan Tokyo yang berusaha untuk menyelesaikan masalah ini.

Reaksi seperti ini datang setelah Perdana Menteri Jepang, di acara TV Jepang, menuntut agar Seoul menyingkirkan patung wanita penghibur di depan Kedutaan Besar Jepang di Seoul, bersama dengan patung baru yang didirikan pekan lalu di dekat konsulat Jepang di Busan Korea Selatan.

Abe juga dikatakan telah mengklaim bahwa pemerintahnya telah memenuhi isi dari kesepakatan 2015 dengan menyediakan 1 milayar yen Jepang (US$8,6 juta dolar) yang dimaksudkan untuk merawat wanita Korea Selatan yang dipaksa menjadi budak seks oleh Jepang sebelum atau selama Perang Dunia II.

"Perdana Menteri Abe mendesak Korea Selatan untuk menunjukkan ketulusannya, mengatakan Jepang telah membayar 1 miliar yen yang dijanjikan. Pernyataan seperti itu tidak tampak tepat karena mereka tampaknya menunjukkan usahanya untuk mengambil keuntungan dari masalah diplomatik antara kedua negara untuk pemerintahannya dan pemilu". kata Rep. Kim Sung-won dalam pernyataan yang dirilis.

"Abe harus menghentikan usahanya untuk menciptakan ketegangan antara kedua negara, dan memahami bahwa kerjasama strategis antara negara-negara lebih penting daripada sebelumnya", tambah juru bicara dari partai politik.

Partai oposisi utama, Democratic Party menyebut Jepang penjahat tak tahu malu yang memiliki "keberanian" untuk menuntut penghilangan patung yang mewakili kesalahan masa lalu mereka.

"Hal ini sangat mengganggu dan menyedihkan melihat situasi di mana pelaku kesalahan mengklaim sebagai korban", kata juru bicara dari Democratic Party, Rep. Yoon Kwan-suk.

People's Party mengangkat kecurigaan atas kesepakatan rahasia atas penghapusan patung wanita penghibur, juga memperbaharui permintaan untuk kesepakatan 2015.

Pemerintah Seoul telah lama membantah menyetujui untuk menghilangkan patung, tetapi juga telah menolak untuk mengeluarkan teks lengkap dari perjanjian 2015, sementara komentar dari banyak pejabat Jepang telah mengisyaratkan kesepakatan tersebut.

Pada hari Jumat, Administrative Court of Korea memerintahkan pemerintah daerah untuk mengeluarkan semua dokumen yang berkaitan dengan kesepakatan 2015 dengan Tokyo. Pemerintah mengatakan akan memutuskan langkah selanjutnya setelah lebih dulu meninjau putusan pengadilan.

Sohee
Sumber:Yonhap News


               

Related article

You May Also Like
Komentar (0)