English        |        Bhs. Indonesia
* Source Google Maps
Apr 24 (Sen) , 2017   
KOSDAQ 2052.77
KOSPI 686.18
100 IDR/KRW 8.34
USD/KRW 1136.5950

KRW :   X
USD : X
IDR : X
* Source Yahoo.Finance
Warga Korsel Peringati 1000 Hari Tenggelamnya Feri Sewol

Jan 9, 2017


Seorang seniman Korea Selatan membawakan sebuah lagu di Paengmok Harbor pada 9 Januari 2017, berharap untuk kembalinya korban yang hilang di hari ke-1000 sejak feri Sewol tenggelam. (Yonhap)


Warga Korea Selatan pada hari Senin membuat peringatan untuk ratusan orang yang tewas dalam feri yang tenggelam persis 1.000 hari lalu, menunjukkan kesedihan mereka melalui pesan online, ritual dan berbagai pertunjukan budaya nasional.

Feri Sewol itu terbalik dan tenggelam di lepas pantai barat daya Jindo pada tanggal 16 April 2014, meninggalkan 304 orang tewas atau hilang. Sebagian besar korban adalah siswa SMA yang sedang mengadakan perjalanan ke pulau selatan Jeju.

Tragedi itu kembali menjadi topik hangat dalam beberapa bulan terakhir dengan negara yang bergulat dengan skandal politik yang menyebabkan impeachment Presiden Park Geun-hye bulan lalu. Kritikus telah lama berpendapat bahwa akan lebih banyak nyawa yang bisa diselamatkan jika Park bisa merespon dengan cepat saat feri tenggelam.

Respon "cerobohnya" dikutip sebagai salah satu alasan untuk impeachment-nya.

Di Jindo, sebuah kelompok lokal menuntut pengunduran diri Park mengadakan acara peringatan di Paengmok Harbor dekat dengan lokasi tenggelamnya bertepatan dengan tanggal bencana terjadi.

Sembilan layang-layang kuning diterbangkan di langit berharap untuk kembalinya dari sembilan orang yang masih belum ditemukan. Peserta juga menggelar ritual tradisional dengan sembilan mangkuk nasi dan berbagai buah-buahan, bunga dan dupa untuk berdoa bagi korban.

Di sebuah seawall ditutupi dengan pita kuning, anggota keluarga dari sembilan korban yang hilang menyalakan lilin kuning, tanda lain dari kerinduan. Kuning adalah warna simbolis tragedi itu.

Sebuah penampilan "Dance of 1000 Days" membuka acara utama, diikuti dengan membawakan lagu lagu tradisional Korea yang terkenal tentang pencarian seorang ayah buta untuk putrinya.


Payung kuning berbaris di luar kompleks pemerintah di Sejong pada 9 Januari 2017, untuk menandai 1.000 hari sejak tenggelamnya feri Sewol. (Yonhap)


Di kota metropolitan terdekat dari Gwangju, kelompok sipil yang telah bertugas sendiri dengan tiga tahun berkabung untuk korban Sewol berencana menggelar acara budaya yang terpisah, di mana anggota akan melaporkan kegiatan mereka dari 1.000 hari terakhir dan mengundang warga lain untuk berbagi pikiran.

Banyak netizen yang memposting komentar online.

Di situs portal Naver, seorang pengguna mengatakan, "We are sorry as adults, and I will pray that you may always run free there. I love you, children. And I am sorry".

Lainnya menawarkan kata-kata penghiburan kepada keluarga yang berduka dan menyerukan pengungkapan penuh kebenaran di balik tragedi itu.

"Penyebabnya harus terungkap dan mereka yang bertanggung jawab harus dihukum untuk memastikan bahwa sesuatu seperti ini tidak terjadi lagi", tulis salah seorang pengguna dari portal situs Daum.


Seorang anggota keluarga dari korban menerbangkan layang-layang di Paengmok Harbor pada 9 Januari 2017, berharap untuk kembalinya saudaranya pada hari ke-1000 sejak feri Sewol tenggelam. (Yonhap)


Sohee
Sumber:Yonhap News


               

You May Also Like
Komentar (0)