English        |        Bhs. Indonesia
* Source Google Maps
Mar 24 (Jum), 2017   
KOSDAQ 2052.77
KOSPI 686.18
100 IDR/KRW 8.34
USD/KRW 1136.5950

KRW :   X
USD : X
IDR : X
* Source Yahoo.Finance
Hari ini dalam Sejarah Korea (27 Februari)

Feb 27, 2017


•1948 -- Pemerintah Korea Selatan mengeluarkan pernyataan yang mengklaim yurisdiksi atas Dokdo, pulau-pulau yang terletak kira-kira di tengah antara Korea Selatan dan Jepang. Pulau itu sebelumnya menyatakan tidak mengakui klaim Korea Selatan untuk pulau di Laut Timur.

•1959 -- Jo Bong-am, seorang politisi Korea Selatan yang melawan presiden pertama, Rhee Syng-man, dalam pemilihan presiden tahun 1956, dijatuhi hukuman mati oleh Mahkamah Agung Korea karena melanggar undang-undang keamanan nasional. Partai yang berkuasa telah menuduh bahwa anggota parlemen oposisi dan lain-lain di partainya menganjurkan rencana penyatuan mirip dengan Korea Utara. Ini diklaim Jo dan lain-lainnya menghubungi mata-mata Korea Utara dan mencoba untuk mendapatkan simpatisan komunis terpilih menjadi anggota parlemen Korea Selatan. Pengadilan menemukan terdakwa lainnya tidak bersalah, tapi Jo dijatuhi hukuman mati dan dieksekusi pada 31 Juli 1959.

•1990 -- Dua pembangkit listrik tenaga atom di Uljin, 330 kilometer tenggara Seoul, selesai. Mereka menjadi generator listrik tenaga nuklir kedelapan dan kesembilan di Korea Selatan.

•1996 -- Korea Peninsula Energy Development Organization (KEDO) memutuskan untuk membangun light-water reactors di kota Korea Utara dari Sinpo, yang terletak di Provinsi Hamgyeong Selatan. KEDO didirikan pada tahun 1995, setahun setelah kesepakatan Geneva 1994 antara Amerika Serikat dan Korea Utara, untuk memberikan light-water reactors dan heavy fuel oil sebagai imbalan scrapping program senjata nuklirnya Utara. Tapi KEDO hampir berhenti beroperasi setelah krisis nuklir saat meletus pada Oktober 2002, ketika AS menuduh Korea Utara mengakui untuk memiliki program pengayaan uranium bawah tanah yang melanggar perjanjian 1994.

•2007 -- Sersan Angkatan Darat. Yoon Jang-ho, seorang tentara Korea Selatan ditempatkan di unit rekayasa di Afghanistan, tewas dalam serangan bom bunuh diri. Pria berusia 27 tahun ini sedang bertugas di gerbang utama pangkalan militer AS di Bagram, sekitar 60 kilometer sebelah utara Kabul, di mana para teroris diyakini telah menargetkan Wakil Presiden Dick Cheney.

Sohee
Sumber:Yonhap News


               

You May Also Like
Komentar (0)