English        |        Bhs. Indonesia
* Source Google Maps
Okt 24 (Sel), 2017   
KOSDAQ 2052.77
KOSPI 686.18
100 IDR/KRW 8.34
USD/KRW 1136.5950

KRW :   X
USD : X
IDR : X
* Source Yahoo.Finance
Hari ini dalam Sejarah Korea (5 April)

Apr 5, 2017


•1860 -- Choi Je-u menetapkan Donghak (eastern studies), sebuah agama pribumi Korea yang terintegrasi ide-ide Kristen, Konghucu, Buddha dan Tao serta nilai-nilai kemanusiaan yang dipromosikan.

Hal ini juga berkembang menjadi sebuah gerakan petani terhadap sistem feodal dan birokrat korup dari Dinasti Joseon (1392-1910). Gerakan ini dimulai di Provinsi Jeolla Selatan dengan ekonomi pedesaan memburuk dari pajak berat dan penghapusan sejumlah besar beras dari negara oleh Jepang. Donghak menentang intrusi budaya Barat dan mempromosikan teori Korea, seperti "pungsu," ramalan berdasarkan topografi, dan "innaecheon," keyakinan bahwa individu adalah sama di surga. Choi kemudian dieksekusi atas tuduhan menipu masyarakat dengan teori-teori agama palsu.

•1864 -- Heungseon Daewongun, ayah dari Raja Gojong dari Dinasti Joseon, menjadi penguasa de facto dengan anaknya mengambil kekuasaan pada usia 12 tahun. Dia menerapkan langkah-langkah reformasi yang ambisius, membersihkan keluarga tertentu dari posting atas yang mereka duduki untuk waktu yang lama dan menggantinya dengan pejabat non-partisan. Dia juga menghilangkan kuil nasional yang telah dibangun untuk pendidikan dan ibadah leluhur masyarakat setempat tetapi sering digunakan sebagai basis bagi gerakan partisan. Di antara 600 kuil, hanya 47 dianggap sebagai menara akademik teladan yang selamat. Dia mempromosikan kebijakan isolasi terhadap negara-negara Barat, yang ditentang oleh menantunya Empress Myeongseong. Kritik dari langkah-langkah reformasinya dilanjutkan dan ia diusir dari kekuasaan pada tahun 1873. Ia kemudian kembali berkuasa tapi hanya sebentar.

•1949 -- Arbor Day didirikan di Korea Selatan.

•1961 -- Korea Selatan menetapkan hubungan diplomatik dengan Yunani.

•2009 -- Korea Utara menembakkan roket jarak jauh yang dikatakan membawa "communications satellite Kwangmyongsong-2". Utara mengklaim satelit telah berhasil masuk ke orbit.

Tapi Korea Selatan dan Amerika Serikat mengatakan bahwa Korea Utara gagal untuk menempatkan satelit ke orbit setelah roket tiga-tahap yang jatuh ke Samudera Pasifik bersama dengan muatannya.

Sohee
Sumber:Yonhap News


               

You May Also Like
Komentar (0)