English        |        Bhs. Indonesia
* Source Google Maps
Agu 22 (Sel), 2017   
KOSDAQ 2052.77
KOSPI 686.18
100 IDR/KRW 8.34
USD/KRW 1136.5950

KRW :   X
USD : X
IDR : X
* Source Yahoo.Finance
Warga Korsel Peringati Tahun Ketiga dari Tragedi Tenggelamnya Sewol

Apr 16, 2017


Warga melihat feri Sewol yang diselamatkan di sebuah pelabuhan di Mokpo, sekitar 410 kilometer selatan Seoul, pada tanggal 16 April 2017. (Yonhap)


Korea Selatan pada hari Minggu memperingati tahun ketiga dari bencana feri mematikan dengan berbagai acara peringatan untuk memverifikasi penyebab pasti tenggelamnya dan mencegah terulangnya tragedi tersebut.

Acara-acara peringatah untuk bencana maritim terburuk Korea itu berlangsung di Seoul, Incheon, Ansan dan Jindo - pulau dekat dengan kejadian di mana Sewol tenggelam - dengan warga mengirimkan pesan mereka kepada keluarga almarhum.

Kapal seberat 6825-ton ini tenggelam di lepas pantai barat daya dekat Jindo pada tanggal 16 April 2014, meninggalkan 304 penumpang tewas, dengan sembilan dari mereka hilang. Sebagian besar korban adalah siswa SMA pada karyawisata sekolah.

Kapal ini kemudian diselamatkan dan diletakkan di atas tanah di sebuah pelabuhan di Mokpo, sekitar 410 kilometer selatan Seoul, hanya Selasa lalu, dengan para pejabat diharapkan untuk memulai pencarian untuk menemukan sisa-sisa korban yang hilang pada awal pekan ini.

Dalam pidatonya di sebuah acara untuk menggarisbawahi pentingnya keselamatan publik, Acting President dan Perdana Menteri Hwang Kyo-ahn berjanji untuk membuat berbagai upaya untuk menemukan tubuh korban yang hilang.

"Saya berdoa bagi jiwa-jiwa para korban, yang meninggal karena kecelakaan feri tragis tiga tahun yang lalu dan saya mengucapkan rasa belasungkawa saya bagi keluarga yang ditinggalkan", kata Hwang di sebuah acara di Seoul.


Acting President dan Perdana Menteri Hwang Kyo-ahn berbicara selama acara untuk menggarisbawahi pentingnya keselamatan publik di Seoul pada tanggal 16 April 2017. (Yonhap)


"Pemerintah telah memprioritaskan menemukan sisa-sisa yang hilang, dan kami juga akan melakukan pencarian di kapal secara cepat dan menyeluruh", tambahnya.

Sebuah acara peringatan besar diadakan di Paengmok Port di Jindo, yang telah menjadi tempat ziarah bagi mereka yang memperingati kematian korban. Sekitar 1.000 warga dari seluruh negeri berpartisipasi dalam pertemuan itu untuk berdoa bagi para korban.

Di antara peserta adalah Heo Hong-hwan, ayah dari Heo Da-yun, salah satu dari sembilan korban yang hilang.

"Tolong berikan perhatian dan dorongan agar sembilan korban dapat kembali ke keluarga mereka", kata Heo. "Bencana feri telah berakhir. ... Kami ingin kalian semua untuk bersama kita".


Warga melakukan penghormatan pada para korban bencana feri 2014 di dekat pelabuhan di Mokpo, sekitar 410 kilometer selatan Seoul, pada tanggal 16 April 2017. (Yonhap)


Calon presiden dan partai politik juga menyuarakan harapan agar bekas luka di keluarga korban dapat disembuhkan segera dengan upaya untuk memverifikasi kebenaran di balik bencana dan membawa ke pengadilan mereka yang bertanggung jawab untuk itu.

Tim investigasi gabungan dari jaksa dan polisi menyimpulkan bulan Oktober 2014 bahwa tenggelamnya kapal itu disebabkan oleh kombinasi dari overloading kargo, sebuah desain ulang ilegal dari kapal dan steersman's poor helmsmanship.

Tapi rumor lain telah terus muncul ke permukaan, yang semakin menambah rasa frustasi keluarga korban.

"Peringatan ketiga dari tenggelamnya Sewol ini membawa arti khusus", kata Moon Jae-in, calon presiden dari Democratic Party, mengatakan selama pertemuannya dengan Cardinal Andrew Yeom Soo-jung untuk merayakan Easter Sunday.

"Selama tiga tahun terakhir sejak bencana, bekas luka harus telah disembuhkan ... tapi kesedihan (para korban dan keluarga mereka) telah lebih diperdalam", katanya.

People's Party menyerukan pemerintah untuk berusaha lebih keras untuk menemukan korban yang hilang, menekankan tragedi 2014 "masih berlangsung."

"Melalui pencarian yang lengkap dan investigasi ke dalam feri yang diselamatkan, kita harus memverifikasi kebenaran, datang dengan langkah-langkah untuk mencegah terulangnya kasus seperti itu dan menghukum mereka yang bertanggung jawab untuk itu", kata Son Kum-ju, juru bicara partai, mengatakan dalam sebuah komentar.

Sohee
Sumber:Yonhap News


               

Related article

You May Also Like
Komentar (0)