English        |        Bhs. Indonesia
* Source Google Maps
Sep 21 (kam), 2017   
KOSDAQ 2052.77
KOSPI 686.18
100 IDR/KRW 8.34
USD/KRW 1136.5950

KRW :   X
USD : X
IDR : X
* Source Yahoo.Finance
Hari ini dalam Sejarah Korea (27 Juni)

Jun 27, 2017


•1977 -- Kementerian luar negeri mengirimkan sebuah surat protes ke Washington mengenai penyadapan kantor Presiden Park Chung-hee oleh Badan Intelijen Pusat AS. Badan tersebut sedang menyelidiki sebuah tuduhan bahwa seorang pelobi Korea Selatan membayar suap hingga US$1 juta kepada politisi AS atas perintah presiden Korea Selatan, yang tidak cocok dengan rekannya dari AS, Jimmy Carter.

•2005 -- Kim Ju-yun dari Korea Selatan memenangkan U.S. Women's Open, menjadi pegolf ketiga Korea Selatan dalam tur LPGA untuk mengklaim gelar utama. Pemain berusia 23 tahun itu selesai dengan three-over-par 287 untuk memenangkan turnamen di Cherry Hills Country Club di Colorado dengan dua hit. Ini adalah kali pertamanya berkompetisi di Open Women AS sejak dia memulai debutnya di tur AS pada tahun 2000. Satu-satunya orang Korea lainnya yang memenangkan medali golf wanita adalah Grace Park dan Pak Se-ri.

•2010 -- Korea Selatan dan AS setuju untuk menunda pengalihan kontrol operasional masa perang (OPCON) ke Seoul sampai 2015 berdasarkan kesepakatan yang dicapai pada pertemuan puncak antara Presiden Lee Myung-bak dan Presiden Barack Obama. Pada 2007, sekutu sepakat bahwa OPCON masa perang akan dipindah pada 17 April 2012. Kantor kepresidenan Cheong Wa Dae mengatakan Seoul meminta penundaan tersebut.

•2010 -- Satelit cuaca geostasioner pertama Korea Selatan lepas landas dari Pusat Antariksa Guiana di Kourou, Guyana Prancis. Kementerian Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi mengatakan satelit komunikasi, samudera dan meteorologi Chollian meluncur dari Guyana Prancis dengan roket Ariane 5-ECA pada pukul 6:41 am (waktu Korea).

•2013 -- Presiden Park Geun-hye mengadakan pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing. Kedua pemimpin sepakat bahwa Korea Utara nuklir tidak dapat diterima "dalam kondisi apapun" dan bahwa mengakhiri program atomnya melayani kepentingan nasional kedua negara.

Sohee
Sumber:Yonhap News


               

You May Also Like
Komentar (0)