English        |        Bhs. Indonesia
* Source Google Maps
Sep 21 (kam), 2017   
KOSDAQ 2052.77
KOSPI 686.18
100 IDR/KRW 8.34
USD/KRW 1136.5950

KRW :   X
USD : X
IDR : X
* Source Yahoo.Finance
Film Baru “V.I.P” Hadapi Kontroversi Terkait Penggambaran Misoginis Wanita

Agu 26, 2017


Film "V.I.P" yang dirilis pada tanggal 23 Agustus dan dengan cepat naik ke posisi 1 di box office. Namun, berbeda dengan kesuksesan box office-nya, "V.I.P" mendapat kecaman karena penggambaran misoginisnya terhadap wanita dan mendapat penilaian rendah dan mendapat sambutan buruk oleh para penonton bioskop.

Pada 25 Agustus di situs ulasan film Naver, 32% dari 4.324 ulasan memberi film itu sebuah rating bintang satu. Seorang pengguna internet menulis, "Bahkan satu bintang pun terlalu banyak. Film ini menggunakan aktris rookie untuk syuting adegan pornografi menggunakan kekerasan seksual sebagai materi", dan memberi saran, "Mereka yang telah menderita melalui pengalaman traumatis yang melibatkan penyerangan seksual seharusnya tidak menonton ini".



Beberapa ulasan lain termasuk: "he unfolding of the story was worth watching", "Thinking too lightly of senselessly mistreating women". "Unnecessarily violent" dan "Not sure what it's trying to say".



Seorang penonton menulis, "Wanita hanya menjadi target kekerasan dan perangkat seksual laki-laki yang digunakan untuk menunjukkan kekejaman karakter pria", menambahkan, "Perlakuan kejam dari seorang wanita untuk sekadar memamerkan sifat karakter hanya menyoroti imajinasi buruk sutradara dan betapa ringannya dia mengambil masalah ini".



Bagian kontroversial dimulai dari membangun pengembangan karakter, terutama untuk karakter Kim Kwang-il, putra pemimpin Korea Utara yang kuat dan pembunuh berantai psikopat, dimainkan oleh aktor Lee Jong-suk. Mereka yang menonton film tersebut mengeluh bahwa adegan awal Lee Jong-suk membunuh seorang wanita tidak perlu lama dan terperinci.



Terungkap bahwa "V.I.P". menyewa sembilan aktris rookie hanya untuk memainkan peran mayat untuk menggambarkan semua pembunuhan di film tersebut. Penonton film menangkap kredit film di mana masing-masing nama aktor tercantum di samping peran mereka. Di samping masing-masing nama aktris, kata "dead female body" atau "Hong Kong victim", memperkuat opini para kritikus bahwa wanita hanya digunakan sebagai sasaran kekerasan seksual untuk film tersebut. Sejak kontroversi muncul, kredit pemeran diubah menjadi "woman" dan "Hong Kong college student".



Berbeda dengan film ini, "Midnight Runners" adalah film lain yang saat ini diputar di bioskop yang juga berpusat di seputar plot kejahatan terhadap wanita. Namun, dalam kredit castingnya, peran dijelaskan di samping masing-masing nama aktris tersebut mengatakan, "runaway Eun Mi" atau kidnapped female high school student Ji Won", menunjukkan bahwa mereka bukan hanya wanita tapi karakter sebenarnya dalam film ini.

Untuk semua reaksi balasan tersebut, Sutradara Park Hoon-jung menjawab, "Aku bukan dari gender yang sama dengan korban, jadi aku mencoba untuk memikirkannya lagi. Kupikir adegan itu perlu arahan-bijaksana untuk meningkatkan ketegangan di film. Jadi kupikir aku harus menerima kritik tentang tingkat ekspresi itu".

Dia melanjutkan, "Saat membuat film kriminal, aku khawatir tentang bagaimana menyampaikan secara langsung naratif film ini. Kupikir penggambaran karakter wanita adalah sesuatu yang kubutuhkan untuk terus belajar". Namun, beberapa pemirsa film mengangkat pertanyaan jika adegan wanita yang disiksa dan dibunuh dengan kejam benar-benar diperlukan untuk membuat film tersebut realistis.

Sementara itu, "V.I.P." saat ini memiliki rating pemirsa rata-rata 7,19 poin, rata-rata rating media / kritik sebesar 5,00 poin, dan rata-rata rating netizen 6,16 poin.

Sohee
Sumber:insight


               

Related article

You May Also Like
Komentar (0)