English        |        Bhs. Indonesia
* Source Google Maps
Okt 18 (Rab), 2017   
KOSDAQ 2052.77
KOSPI 686.18
100 IDR/KRW 8.34
USD/KRW 1136.5950

KRW :   X
USD : X
IDR : X
* Source Yahoo.Finance
Hari ini dalam Sejarah Korea (15 September)

Sep 15, 2017


•1950 -- Pasukan koalisi PBB yang dipimpin oleh AS Jenderal Douglas MacArthur melaksanakan pendaratan amfibi di Incheon, sebuah kota pelabuhan barat dari Seoul. Pasukan PBB telah dikirim ke semenanjung untuk bertempur di sisi Korea Selatan terhadap Korea Utara.

•1951 -- Kim Sou-hwan 김수환 ditetapkan sebagai pendeta. Lahir di tenggara Daegu pada tahun 1922, Kim, yang kemudian menjadi kardinal, dibantu dengan operasi paroki di kampung halamannya selama Perang Korea 1950-1953 dan diangkat menjadi uskup di Masan, kota tetangga, pada tahun 1966. Ia kemudian dipromosikan untuk Uskup Agung Seoul dan menyatakan seorang kardinal oleh Paus Paulus VI. Kim adalah pendukung kuat bagi demokratisasi Korea, mendukung gerakan hak asasi manusia dan mengkoordinasikan kegiatan amal.

•1957 -- American Forces Korea Network, atau AFKN, berafiliasi dengan militer AS yang ditempatkan di Korea Selatan, mulai siaran televisi.

•1992 -- Kedutaan Taiwan di Seoul berhenti mengeluarkan visa bagi warga negara Korea Selatan sebagai protes atas pendirian yang terakhir dari hubungan diplomatik dengan daratan Cina. Taiwan kemudian menarik diri kedutaannya dari Seoul, dan ruang diambil alih oleh Kedutaan Besar China.

•2000 -- Korea Selatan dan Utara berbaris bersama pada upacara pembukaan Olimpiade Sydney, pertama kalinya bagi kedua belah pihak untuk melakukannya. Korea Selatan berusaha untuk mengatur sebuah tim bersatu dengan Korea Utara untuk Olimpiade Beijing pada tahun 2008.

•2003 -- Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata mengumumkan blueprint untuk lebih jauh membuka pasar Korea Selatan untuk produk budaya pop Jepang. Blueprint tersebut mulai berlaku pada bulan Januari 2004, yang memungkinkan impor film Jepang dengan rating 18 dan lebih, lagu-lagu pop dengan lirik Jepang dan video game.

•2015 -- Korea Utara menghukum warga AS yang ditahan di negara tersebut sampai enam tahun kerja paksa karena kejahatan anti-negara yang tidak disebutkan. Warga negara AS ini, Matthew Todd Miller melakukan tindakan bermusuhan dengan DPRK saat memasuki wilayah DPRK dengan dalih turis pada bulan April, Kantor Berita Pusat Korea Utara mengatakan dalam sebuah pengiriman singkat.

•2016 -- Ratusan orang tewas atau hilang dalam banjir terburuk yang melanda Korea Utara, kata Kantor Pusat Penyiaran Korea (KCBS). Laporan tersebut melaporkan bahwa banjir di Provinsi Hamgyong Utara menyebabkan ratusan orang terbunuh atau hilang dan lebih dari 68.900 terdampar, menjadikannya bencana terburuk sejak pembebasan Korea dari penjajahan Jepang pada tahun 1945.

Sohee
Sumber:Yonhap News


               

You May Also Like
Komentar (0)