English        |        Bhs. Indonesia
* Source Google Maps
Okt 18 (Rab), 2017   
KOSDAQ 2052.77
KOSPI 686.18
100 IDR/KRW 8.34
USD/KRW 1136.5950

KRW :   X
USD : X
IDR : X
* Source Yahoo.Finance
Presiden Korea Selatan Berjanji Wujudkan Demokrasi Ekonomi dan Perdamaian

Sep 20, 2017


Presiden Korea Selatan Moon Jae-in membacakan pidato setelah menerima Global Citizen Award dari dewan Atlantik AS dalam sebuah upacara yang diadakan di New York pada tanggal 19 September 2017. (Yonhap)


Presiden Korea Selatan (Moon Jae-in) pada hari Selasa mengatakan negaranya akan bekerja untuk memberi contoh demokrasi ekonomi ke seluruh dunia, dengan mengatakan bahwa pemilihannya setelah penggulingan damai pendahulunya mungkin telah memberi contoh untuk demokrasi politik.

   Ucapan tersebut muncul saat menerima Penghargaan Warga Global dari Dewan Atlantik, sebuah kelompok pemikir AS, menjadi salah satu dari tiga pemenang penghargaan tahunan tersebut.

   Moon mulai menjabat pada 10 Mei, sehari setelah pemilihan presiden yang jarang terjadi yang disebabkan oleh penggulingan pendahulunya yang konservatif, Park Geun-hye, yang saat ini menjalani pengadilan pidana atas berbagai tuduhan korupsi.

Presiden Korea Utara Moon Jae-in (kiri) diberi penghargaan Global Citizen Award oleh Christine Lagarde, menejer direktur International Monetary Fund, dalam sebuah upacara yang diadakan di New York pada 19 September 2017. Moon adalah satu dari tiga pemenang penghargaan tahunan yang diberikan oleh dewan pemikir Atlantik AS (Yonhap)


"Demokrasi Korea Selatan sekarang bergerak maju untuk mewujudkan realisasi penuh pemberdayaan masyarakat. Orang-orang kita menggulingkan seorang presiden yang mengkhianati kehendak mereka melalui apa yang disebut revolusi lilin dan melalui prosedur konstitusional," kata Moon, menurut sebuah naskah pidato penerimaannya yang dirilis oleh kantor kepresidenan, Cheong Wa Dae.

   Upacara penghargaan diadakan di Intrepid Sea, Air & Space Museum di New York. Presiden Korea Selatan tiba Senin dalam kunjungan empat hari untuk Majelis Umum PBB.

   "Rakyat Korea Selatan telah menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa semua kekuatan di negara demokratis berasal dari rakyat, dan bagi diri saya sendiri, yang menjadi presiden melalui kekuasaan semacam itu, bahwa presiden juga hanya salah satu dari orang-orang tersebut.,"dia berkata. "Revolusi lilin adalah sebuah gerakan besar-besaran, yang melibatkan sekitar 17 juta orang selama periode beberapa bulan, namun tetap merupakan peristiwa damai dan budaya tanpa kekerasan sejak awal hingga akhir dan tidak ada satu penangkapan pun."

Moon mengatakan bahwa gerakan tersebut dengan jelas menunjukkan bahwa perdamaian dapat mengubah dunia.

   Dia mengatakan negaranya sekarang akan bergerak menuju demokrasi ekonomi dan perdamaian.

   "Saya yakin Republik Korea, yang telah menulis ulang sejarah demokrasi dunia, juga dapat menawarkan jawaban atas isu pertumbuhan dan polarisasi yang rendah," katanya, merujuk pada Korea Selatan dengan nama resminya.

   Presiden Korea Selatan juga berjanji untuk membangun perdamaian di Semenanjung Korea.

   "Penghargaan yang saya terima hari ini mencakup dukungan dunia untuk berdamai di Semenanjung Korea untuk memastikan perdamaian global. Ketika saya berbicara tentang sejarah demokrasi dan pertumbuhan ekonomi Korea hari ini, saya berjanji akan ada saat dimana saya dapat Ceritakan tentang sejarah perdamaian yang ditetapkan Korea Selatan," katanya.

Rifa
Sumber:Yonhap News


               

Related article

You May Also Like
Komentar (0)