English        |        Bhs. Indonesia
* Source Google Maps
Okt 18 (Rab), 2017   
KOSDAQ 2052.77
KOSPI 686.18
100 IDR/KRW 8.34
USD/KRW 1136.5950

KRW :   X
USD : X
IDR : X
* Source Yahoo.Finance
Hari ini dalam Sejarah Korea (22 September)

Sep 22, 2017


•1948 -- Sebuah hukum untuk menghukum warga Korea yang bekerjasama dengan rezim kolonial Jepang (1910-1945) berlaku. Hukum itu, bagaimanapun, adalah tidak efektif karena oposisi implisit dari pemerintah militer AS dan kritik dari Presiden Rhee Syngman, yang didukung oleh sejumlah orang kelas atas yang akumulasikan kekayaan mereka selama era kolonial.

•1949 - Majelis Nasional menyetujui hukum untuk menghapuskan komite yang didirikan di tahun sebelumnya untuk menyelidiki warga Korea yang bekerjasama dengan Jepang di masa penjajahan.

•-1965 - JoongAng Ilbo, salah satu harian paling berpengaruh di Korea Selatan, dimulai melakukan publikasi.

•1971 -- Sebuah telephone hotline antara Korea Selatan dan Korea Utara terbuka di desa perbatasan Panmunjom, yang terletak di Zona Demiliterisasi antara kedua negara.

•1983 -- Sebuah ledakan yang diledakkan di gerbang depan Pusat Kebudayaan Amerika di Daegu, 300 kilometer tenggara Seoul, menewaskan satu orang dan melukai empat orang lainnya. Pusat AS lain di Busan telah rusak oleh sebuah bom pada tahun sebelumnya.

Bahan peledak tersebut kabarnya dari mahasiswa yang memprotes dan menuduh peran AS dalam pembantaian di kota barat daya dari Gwangju di Mei 1980, ketika ratusan demonstran pro-demokrasi dibunuh oleh rezim militer Presiden Chun Doo-hwan. Beberapa mengklaim AS bersalah karena gagal untuk menghentikan pembantaian.

•2003 -- Profesor Korea-Jerman Song Doo-yul tiba di Korea Selatan setelah 36 tahun pengasingan di Jerman. Dia dituduh melanggar UU Keamanan Nasional Korea Selatan melalui kegiatan pro-Korut selama hidupnya di pengasingan dan, setelah tiba, ditangkap dan dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara. Tapi pengadilan banding Seoul kemudian memutuskan bahwa tidak ada bukti untuk mendukung tuduhan oleh jaksa. Song dan istrinya kembali ke Jerman pada bulan Agustus 2004.

Sohee
Sumber:Yonhap News


               

You May Also Like
Komentar (0)